Misi Dagang Jatim-Kalbar Cetak Transaksi Rp2,53 Triliun
- Rusli Djunaidi
- 13 Aug, 2026
Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu menghasilkan transaksi penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp1,48 triliun. Adapun pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat mencapai Rp163,83 miliar, sementara komitmen investasi perusahaan asal Jawa Timur di Kalimantan Barat mencapai Rp885 miliar.
“Alhamdulillah, misi dagang dan investasi Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Kalimantan Barat sukses digelar. Total transaksi yang dicatatkan mencapai Rp2,5 triliun, dari Rp2,5 triliun itu Rp885 miliar untuk capaian investasinya,” kata Khofifah.
Nilai transaksi tersebut berasal dari berbagai sektor. Produk yang ditawarkan pelaku usaha Jawa Timur antara lain garam dan produk olahannya, produk peternakan, kopi, telur, susu, rokok, benih hortikultura, jagung, pakan ikan dan udang, beras, gula, ikan, produk fesyen, pupuk, bawang merah, hingga cabai merah kering.
Salah satu transaksi terbesar terjadi antara PT Phalosari Unggul Jaya dari Jawa Timur dan CV Sujaya Food dari Kalimantan Barat. Kerja sama perdagangan produk peternakan tersebut mencapai Rp1 triliun.
Transaksi lain antara lain penjualan rokok oleh Gabungan Perusahaan Rokok (Gapero) Surabaya kepada PT Bentoel Prima di Pontianak senilai Rp95,11 miliar. Tutur Coffee dari Kabupaten Pasuruan menjual green bean coffee kepada HIPKA Kota Pontianak senilai Rp63,8 miliar.
Sementara itu, PT Suri Tani Pemuka Surabaya mencatat penjualan pakan ikan dan pakan udang kepada pelaku usaha di Kabupaten Kubu Raya senilai Rp63,72 miliar. CV Djadi Jaya Malang juga mencatat penjualan kambing potong kepada PT Ratu Mitra Abadi di Kabupaten Mempawah senilai Rp50 miliar.
Arus perdagangan berlangsung dua arah. Pelaku usaha Jawa Timur membeli sejumlah komoditas dari Kalimantan Barat, antara lain kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, serta sejumlah komoditas perikanan.
CV Satrya Abdi Buana Surabaya, misalnya, membeli arang batok kelapa dan briket sisha dari PT Korindo Complit Cardon Mempawah senilai Rp58,21 miliar. Perusahaan yang sama membeli arang batok kelapa dari CV Insan Borneo Khatulistiwa Pontianak senilai Rp37,8 miliar.
Selain perdagangan, misi dagang menghasilkan sejumlah komitmen investasi perusahaan Jawa Timur di Kalimantan Barat. PT Saraswanti Anugerah Indonesia Surabaya berkomitmen menginvestasikan Rp500 miliar untuk perluasan industri pupuk buatan hara makro primer di Kabupaten Mempawah.
PT Saraswanti Agro Estate Surabaya menyiapkan investasi Rp300 miliar untuk perluasan perkebunan sawit di Kabupaten Landak. Adapun PT Anugerah Dolomit Indonesia Surabaya berkomitmen mengembangkan industri pupuk bahan amelioran di Mempawah senilai Rp85 miliar.
Khofifah mengatakan peningkatan transaksi tersebut menunjukkan besarnya peluang kerja sama ekonomi kedua provinsi. Berdasarkan data perdagangan antarwilayah 2024, nilai perdagangan Jawa Timur dengan Kalimantan Barat mencapai Rp4,31 triliun. Nilai tersebut terdiri atas penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun dan pembelian sebesar Rp562,27 miliar.
Dengan demikian, Jawa Timur mencatat surplus perdagangan sekitar Rp3,19 triliun terhadap Kalimantan Barat.
Menurut Khofifah, perdagangan kedua provinsi masih memiliki ruang untuk dikembangkan, terutama dengan memperluas jenis komoditas yang diperdagangkan. Selama ini, penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat masih didominasi sejumlah komoditas tertentu, seperti produk hasil tembakau, gula tebu, minuman fermentasi dari buah anggur, garam dan natrium klorida, serta pegas dari besi atau baja.
Lima komoditas tersebut menyumbang 96,21 persen dari total penjualan Jawa Timur ke Kalimantan Barat.
Sementara pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat didominasi minyak kelapa sawit mentah, buah dan kernel kelapa sawit, kayu gergajian, jeruk mandarin, serta kemasan kertas dan karton. Kelima komoditas tersebut menyumbang 99,99 persen dari total pembelian Jawa Timur dari Kalimantan Barat.
“Ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang,” ujar Khofifah.
Dorong Kerja Sama Peternakan
Khofifah juga menawarkan kerja sama pengembangan peternakan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Jawa Timur memiliki populasi sapi yang besar dan ekosistem peternakan yang relatif lengkap.
Ia mengundang Pemerintah Kalimantan Barat mengirimkan tim untuk mengikuti pelatihan inseminasi buatan di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Jawa Timur.
Selain itu, Jawa Timur memiliki unit pembibitan ternak yang mengembangkan ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Menurut Khofifah, penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang peternakan dapat membantu Kalimantan Barat meningkatkan produktivitas ternaknya.
“Jadi ada kesempatan menjadi inseminator, kemudian kesempatan untuk menjadi tim pengawas kebuntingan. Di Jawa Timur banyak sekali. Kita juga akan siap mengawal tim yang sudah dilatih di Jawa Timur,” katanya.
Khofifah bahkan memperkirakan kerja sama pengembangan sumber daya manusia dan teknologi peternakan tersebut dapat mendukung agenda swasembada daging nasional.
Misi dagang Jawa Timur–Kalimantan Barat merupakan misi dagang keenam yang dilakukan Jawa Timur dengan provinsi lain sepanjang 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri dari 62 pelaku usaha Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat.
Khofifah mengatakan misi dagang bukan sekadar forum transaksi. Kegiatan tersebut menjadi instrumen untuk mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri.
Sejak 2019 hingga 2026, Jawa Timur telah melaksanakan 53 misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi Rp41,28 triliun dari 2.282 transaksi yang melibatkan 2.654 pelaku usaha.
Di pasar internasional, Jawa Timur juga telah melaksanakan delapan misi dagang luar negeri sepanjang 2022 hingga Juli 2026 dengan total transaksi Rp33,18 triliun.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi peningkatan nilai transaksi dalam misi dagang kali ini. Ia menilai hubungan ekonomi kedua provinsi masih memiliki peluang besar untuk dikembangkan.
“Ini yang paling besar nilai transaksinya. Kami menyampaikan terima kasih. Banyak yang harus kita pelajari dari Jawa Timur dan Kalimantan Barat masih harus banyak belajar dari Jawa Timur,” ujar Ria Norsan.
Khofifah berharap transaksi yang telah dicatat tidak berhenti sebagai komitmen di atas kertas. Menurut dia, tindak lanjut kerja sama menjadi bagian penting agar misi dagang benar-benar memberikan dampak bagi dunia usaha dan masyarakat kedua daerah.
“Mari kita manfaatkan momentum misi dagang ini dengan sebaik-baiknya untuk membuka peluang baru, meningkatkan volume perdagangan, serta memperkuat jejaring bisnis antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat,” katanya.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang mencapai 5,84 persen secara tahunan pada semester I-2026, penguatan perdagangan antarwilayah menjadi salah satu strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Bagi Jawa Timur dan Kalimantan Barat, transaksi Rp2,53 triliun kali ini sekaligus menunjukkan bahwa konektivitas ekonomi antardaerah dapat menjadi sumber pertumbuhan baru.
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *

